Hybrid Car  

Diposting oleh Aafi Kurnia Pratama

Mobil hybrid adalah mobil yang memiliki sistem penggerak ganda, atau disebut “hybrid” (dalam istilah pertanian hybrid berarti perkawinan silang). Dalam mobil ini, ada “perkawinan” antara penggerak yang konvensional yakni dengan bahan bakar bensin dan penggerak dengan energi listrik. Berikut ini bagannya :



Mobil Hybrid menggabungkan kedua sumber tenaga, yang dapat dilakukan dengan dua buah cara yang berbeda yaitu: (1) Hybrid paralel dan (2) Hybrid seri. Hybrid paralel memiliki tangki BBM yang menyuplai bensin ke mesin. Hybrid tipe ini juga memiliki baterai yang menyuplai tenaga listrik ke mesin elektrik. Baik mesin bensin maupun mesin elektrik dapat menggerakkan transmisi pada saat bersamaan, dan selanjutnya transmisi akan menggerakkan roda. Pada tipe ini tangki bensin dan mesin gas terhubung ke transmisi secara independen yang mengakibatkan baik mesin elektrik dan mesin gas dapat menghasilkan tenaga pendorong.

Cara kerja mesin listrik dengan prinsip regenerative (isi ulang/recharging saat kendaraan sedang beroperasi) pada mesin hybrid, berbeda dengan mobil tenaga listrik penuh. Mobil tersebut tidak bisa mengisi ulang listriknya. Bila listriknya habis, Batterai/aki harus di-charge secara khusus dengan waktu 8 hingga 12 jam (untuk teknologi onboard charger). Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa mengisi ulang ke aki dengan memanfaatkan energi kinetik saat mengerem (regenerative braking). Bahkan sebagian energi mesin dari mesin bensin/solar/biofuel saat berjalan listriknya bisa disalurkan untuk mengisi batterai/aki. Dengan sistem operasi seperti ini maka akan terjadi penghematan BBM.

Berbeda dengan hybrid paralel, pada hybrid seri mesin bensin bekerja sebagai generator yang berfungsi sebagai pembangkit baterai atau tenaga motor elektrik yang menggerakkan transmisi. Mesin bensin tidak pernah langsung menjadi tenaga penggerak kendaraan. Sistem kerja pada hybrid series dimulai dari tangki bensin menyuplai bensin ke mesin gas yang selanjutnya menyuplai tenaga ke generator, lalu tenaga yang dihasilkan generator didistribusikan ke baterai dan mesin elektrik. Energi pada baterai sendiri selain dari generator, juga dihasilkan saat terjadi pengereman. Tenaga dari mesin elektrik kemudian menggerakkan transmisi dan selanjutnya menggerakkan roda.

Cara Kerja Mobil Hybrid Paralel

Mesin mobil Hybrid-pararel, gambar di bawah menerangkan bagaimana prinsip dasar cara kerja mesin hybrid-pararel.

Yang dapat kita lihat sesuai nomor

Dengan bantuan kopling otomatis kita dapat memilih mode apa yang akan di gunakan selama kita mengemudikannya, apakah dengan menggunakan mesin listrik yang energinya bersumber dari baterai atau mode “energy recovery (pengecasan baterai)” tanpa menghambat perputaran mesin bensin/diesel yang berlebihan sewaktu mode “energy recovery ini kita gunakan.
Mesin elektrik dapat kita fungsikan tanpa ketergantungan mesin bensin/diesel yang berarti kita dapat bebas memilih mesin apa yang akan kita gunakan sesuai keinginan kita.
Oleh karena itu mobil Hybrid dapat dikombinasikan dengan mesin yang memiliki kapasitas 3-cylinder sampai yang berkapasitas besar 8-cylinder.

Modus konventional.

Dalam gambar ini menunjukkan mesin Hybrid-pararel bekerja /bergerak seperti mobil biasa yang menggunakan mesin bensin/diesel energie dialirkan dari mesin ke roda-roda kendaraan. Selama proses ini bekerja mesin elektrik dan komponen-komponen pendukungnya dalam keadaan tidak aktif.

Modus elektrik

Dalam kondisi seperti ini mesin elektrik merupakan penggerak utama, energi mesin elektrik bersumber dari baterai dan juga dalam kondisi seperti ini mesin bensin/diesel dalam keadaan mati.

Modus Boosten

Dalam kondisi seperti ini kendaraan dalam keadaan kecepatan tinggi/memerlukan energie yang besar sehingga dalam kondisi seperti ini baik mesin elektrik dan mesin bensin/diesel bekerja dalam waktu yang bersamaan. Dalam kondisi seperti ini mesin elektrik mendapat suplai energi listrik dari baterai.

Modus energy recovery

ketika kendaraan melakukan pengereman dengan bantuan mesin elektrik saat itu juga mesin elektrik dapat kita sebut sebagai generator yang menghasilkan energie listrik .Konsep ini sama seperti lampu sepeda yang menggunakan energie listrik dengan bantuan perputaran roda atau turbin pada bendungan yang merubah energi gerak menjadi energi listrik. Energie listrik yang dihasilkan selama pengereman kemudian disimpan di baterai. Dalam kondisi ini Kopling otomatis dalam kondisi bebas sehingga perputaran mesin bensi/diesel tidak mengalami gangguan atau hambatan.

Modus Energy saving

Dalam kondisi ini mesin bensin/diesel berputar dengan putaran mesin yang tinggi saat itu pula sebagian kecil energie gerak yang dihasilkan dari perputaran mesin yang tinggi di manfaatkan oleh mesin elektrik yang berfungsi juga sebagai generator (penghasil listrik) yang kemudian di simpan ke baterai dan sebagian besar energi gerak di salurkan langsung ke roda kendaraan.

Sabtu, 15 Maret 2008 | 21:21 WIB
JAKARTA, SABTU – Isu lingkungan ternyata tak hanya menjadi milik para aktivis lingkungan. Kondisi lingkungan dan bumi tempat manusia berpijak yang dikatakan semakin mengkhawatirkan, ternyata juga menggugah para pebisnis otomotif, khususnya mobil, untuk menciptakan mobil yang ramah lingkungan. Populernya, dikenal dengan istilah mobil hibrida.

Salah satu produsen mobil, Toyota, mulai memperkenalkan salah satu produknya di Indonesia, yaitu Prius. Prius bermesin Toyota Hybrid System. Marketing Communication Toyota, Hari Arifianto mengatakan, secara umum prinsip kerja mobil hibrida sama dengan mobil pada umumnya. Keistimewaannya adalah, cara kerja hibridanya.


“Selain mesin bensin, ada juga mesin listrik dan baterainya. Jadi, saat kecepatan pertama di bawah 30 km/jam, yang jadi sumber tenaganya adalah dari baterai. Kemudian, ketika baterai sudah mencapai level minimum, kerja akan diambil alih oleh mesin bensin,” terang Hari, saat memperkenalkan Prius ke khalayak di Pondok Indah Mall 2, Jakarta, Sabtu (15/3).

Mesin bensin tadi mempunyai 2 tugas. Pertama, menjaga kontinuitas pergerakan kendaraan dan kedua, me-recharge baterai yang sudah mencapai level minimum. Dengan demikian ketika berhenti, mesin bensin akan mati dan diganti baterai lagi. Mesin bensin pada Prius ini akan bekerja dengan kecepatan mencapai 30-40 km/jam.

“Begitu seterusnya. Demikian pula ketika menanjak. Dia akan menggunakan baterai, tapi begitu dirasa tenaganya kurang, yang akan digunakan adalah mesin bensin. Kalau masih kurang juga ditambah motor listrik. Jadi, tenaganya berasal dari 3 sumber,” tambah Hari. Kerja mobil yang didukung dengan 3 sumber mesin ini menghilangkan dan mengeliminir kekhawatiran bahwa mobil hibrida yang irit bahan bakar, biasanya diasumsikan memiliki performa yang lambat.

Berbicara soal irit, pemakaian bahan bakar kendaraan ini 1 : 25, sebuah hitungan yang sama dengan penggunaan sepeda motor. “Satu berbanding dua puluh lima itu dengan konsumsi normal, dimana seluruh alat operasionalnya jalan. Contohnya, AC nyala, radio nyala, semua bekerja,” ujar Hari lagi.

Toyota Prius merupakan kendaraan Hibrida pertama Toyota yang dijual secara massal. Selain itu, ada juga Lexus Hybrida 600H, Toyota Previa Hybrida dan lain-lain. Prius pertama kali diluncurkan di Jepang pada tahun 1997. Tiga tahun berselang, Prius dipasarkan di Amerika Utara dan Eropa. Anda tertarik? Tampaknya harus bersabar. Sebab, jika Anda penasaran dengan performanya, saat ini baru bisa dicoba dengan sistem sewa/leasing di Toyota Rent A Car (TRAC).

Mau kan punya mobil hybrid? Berharap aja pemerintah mau nurunin bea masuk khusus untuk tipe hybrid ini, karena dengan mobil hybrid, polusi akan berkurang, BBM lebih hemat, dan banyak keuntungan lainnya. Saat ini mobil hybrid dijual dengan harga yang lebih tinggi dari mobil konvensional, tentu ini normal jika dilihat dari sisi teknologi. Namun apabila dilihat dari sisi kebijakan energi, penggunaan mobil Hybrid ini akan mengurangi tingkat produksi CO2 di Indonesia yang mana bila Indonesia bisa menguranginya maka akan menguntungkan sesuai dengan Protokol Kyoto..

Jalan-jalan pake mobil hybrid yuk!

This entry was posted on 05.08 and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini